Oleh: mgmpjepangjatim | 18 Oktober 2010

What does “Can Do” mean?

Dalam dunia pendidikan, kita seringkali mendengar berbagai keluhan siswa/pembelajar mengenai susahnya mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. Bahkan bisa saja hal ini terjadi pada diri kita. Misalnya : Saya sebenarnya bisa dan hafal rumus-rumus tenses dalam bahasa Inggris, bahkan bisa membuat contoh kalimatnya. Namun saya masih kesulitan memakainya sehari-hari. Saya susah membuat karangan dalam bahasa Inggris. Atau keluhan lain, Saya bisa mengerjakan soal Noryoku Shiken level 2, namun saya susah berkomunikasi dengan atasan saya di kantor, yang notabene orang Jepang. Dan masih banyak keluhan yang lain.

Mengatasi hal ini, berbagai cara, metode, terobosan coba dilakukan oleh para ahli ajar di bidang masing-masing. Dalam pembelajaran bahasa Jepang, yang dalam hal ini dipromotori oleh Japan Foundation(JF), salah satu program yang mulai digencarkan saat ini adalah Can-do.

Can-do sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru dalam dunia belajar-mengajar. Dalam pembelajaran bahasa Jepang, dengan pola Can-do, diharapkan siswa/pembelajar tidak hanya bisa mengerti/faham dengan pattern, kosakata dsb yang dipelajari. Can-do memfokuskan pada apa yang bisa diperbuat oleh siswa dengan materi yang telah didapatkan. Dahulu, kita pernah mendengar istilah pembelajaran tematik. Mungkin Can-do bisa dimisalkan/dimiripkan dengan pembelajaran jenis ini.

Sekarang, coba kita pikirkan, apakah perbedaan dari :

  1. Saya bisa membaca 100 buah kanji.
  2. Saya bisa mengerti tentang perubahan kata kerja  dalam bahasa Jepang.

dengan :

  1. Saya bisa saling berikirim surat pendek kepada teman di Jepang, dengan hiragana dan kanji.
  2. Saya bisa saling menceritakan pengalaman berlebaran kepada teman di kantin kampus.

Dua tipe pernyataan di atas sama-sama menunjukkan tujuan suatu pembelajaran. Namun yang membedakan adalah komponennya. Dua pernyataan yang diatas mencakup 誰、何をする. Sedangkan pada dua pernyataan yang bawah, mencakup 誰が、誰に (と)、どこ、何をする、dan やりとり. Dengan kata lain, pernyataan yang bawah lebih aplikatif/tematik dibanding yang diatas.

Contoh :

Dengan memahami kosakata となり (sebelah)、ちかく (dekat)、大きい (besar)、アパート (apartemen), saya bisa menunjukkan tempat tinggal saya kepada teman baru di kelas/kampus.

Can-do dalam bahasa Jepang yang sesuai dengan standart JF (Japan Foundation), bisa kita lihat pada situs berikut ini.  (Anda bisa register, dan bisa mencari program/paket can-do sesuai dengan levelnya, lengkap dengan checklist dsb).

http://jfstandard.jp/cando/top/ja/render.do

Sedangkan situs tentang standart pendidikan bahasa Jepang by JF (JF日本語教育スタンダード) adalah :
http://jfstandard.jp/top/ja/render.do

Dalam situs di atas, kemampuan bahasa Jepang dikategorikan menjadi :

Basic User

  • A1 : Tingkat dasar. Can-do : Bisa mengulangi, membaca ungkapan pendek. Misalnya bisa memperkenalkan diri, dan bisa mengerti perkenalan diri orang lain.
  • A2: Tingkat dasar. Can-do : Bisa mempresentasikan hal-hal yang mendasar di sekitarnya, dengan bahasa/ungkapan/kalimat yang simple/pendek.

Independent User

  • B1 : Tingkat menengah. Can-do : Bisa mempresentasikan dengan bahasa/kalimat yang mudah mengenai jurusan/keahlian/bidang yang digeluti saat ini.
  • B2: Tingkat menengah. Can-do : Bisa semakin memperjelas presentasi pada level B1.

Proficient User

  • C1 : Tingkat atas. Can-do : Bisa mempresentasikan hal-hal yang cukup rumit.
  • C2 : Tingkat atas/super. Can-do : Bisa mempresentasikan hal-hal yang rumit, meskipun sebelumnya tidak mempunyai pengetahuan akan suatu hal.

Dengan berbagai program/paket Can-do yang disusun dalam situs ini, bisa menjadi acuan bagi para pengajar bahasa Jepang untuk membuat can-do bagi siswa/pembelajar.

Tujuan lainnya adalah agar siswa/pembelajar tidak hanya bisa menggunakan kemampuan bahasa Jepangnya secara teoritis saja, namun bisa melakukan sesuatu (aplikasi) dari ilmu yang didapat. Dengan kata lain, diharapkan nantinya pembelajar memiliki コミュニケーション言語能力(communicative language competences) dan コミュニケーション言語活動(communicative language activities).

So, siapkah para pengajar bahasa atau disiplin ilmu yang lain untuk benar-benar menerapkan can-do demi siswanya?

Sumber : http://istikuma.wordpress.com/2010/10/18/what-is-can-do-means/


Responses

  1. Kuma sensei, yoku benkyo shimashita ne. Can-do ga totemo wakari yasuku setsumei dekite imasu. Kondo wa Can-do o donna fuu ni, Nihongo Gakushuu ni yakudateru no ka kangaete mite kudasai.

    • いいえ、いいえ。勉強中で、Can-doについての分からないこととか、知らないことかまだまだたくさんあります。だから、これからも山科先生にいろいろ宜しくお願いいたします。

  2. Watashi ga Nihon ita toki ni..sono Can Do to iu kotoba ga kiita.Demo mae ni wakaranai..setsumei shite kurete..yoku wakatta ! Ja..korekara ..nihongo o oshietara ..douyatte can do wo shite mimasu …

    • hai, wakattara yokatta desu ne. Ja, gambarimashou !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: