Oleh: mgmpjepangjatim | 12 Juni 2009

「書き忘れる」「捨て忘れる」dan 「置き忘れる」

Apa sih yang istimewa dari ketiga kata majemuk (fukugodoushi) di atas? Kalau sepintas kita lihat, kata kerja (verb) bagian belakang sama, yaitu 「~忘れる」 (wasureru). Kalau kita buka di kamus bermakna “lupa ~”. Jadi, 「書き忘れる」 (kaki wasureru) bermakna “lupa menulis”, dan 「捨て忘れる」 (sute wasureru) bermakna “lupa membuang”. Namun apakah 「置き忘れる」 (oki wasureru) bermakna “lupa meletakkan”?

Yang menjadi permasalahan di sini adalah verb bagian belakang pembentukan fukugodoushi-nya sama, yaitu 「~忘れる」, namun ternyata memiliki makna yang berbeda.

Perbedaan maknanya mungkin akan terlihat jelas melalui contoh kalimat berikut :

  • 答案に名前を書き忘れる。 (Lupa menulis nama di kertas ujian)

(touan ni namae o kaki wasureru)

  • 教室のゴミを捨て忘れる。 (Lupa membuang sampah kelas)

(kyoushitsu no gomi o sute wasureru)

Dari kedua contoh kalimat di atas, bisa disimpulkan makna dari 「~忘れる」 adalah “lupa melakukan kegiatan ~”. Tapi coba bandingkan dengan contoh kalimat berikut :

  • 電車の網棚に荷物を置き忘れた。

(densha no amidana ni nimotsu o okiwasureta)

Makna kalimat di atas bukanlah “Lupa meletakkan barang di rak bagasi kereta”, tetapi bermakna “Meletakkan barang di bagasi kereta, lalu lupa membawanya”.

Kalau mengacu pada makna yang pertama, berarti seseorang telah lupa untuk meletakkan barangnya di rak bagasi, dia terus membawanya sampai pulang. Sedangkan terjemahan kedua, berarti seseorang telah meletakkan barangnya di rak bagasi, kemudian dia lupa untuk membawanya pulang.

Benar-benar berbeda bukan? Kesalahan dalam memahami fukugodoushi seperti contoh di atas bisa menyebabkan persepsi yang salah, bahkan bisa bertolak belakang.

Masih banyak lagi fukugodoushi lain, yang mempunyai verb bagian belakang sama, namun memiliki makna yang berbeda. Bagaimana pendapat Anda?

By : Kuma at http://www.istikuma.wordpress.com


Responses

  1. Belajar bahasa adalah sangat luas, grammar bhs yg satu dg bhs yang lain adakalanya beda, salah satunya terjadi yg diuraikan saudara Istikumayati..yg bgt hebatnya meneliti sampai kesitu . Tdk hanya itu perbedaaan kiasan,kata majemuk dsbgainya, harus memjadikan pembelajar bahsa asing belajar banyak ttg grammar dan juga budaya. Kita gak hanya mengandalkan kamus saja..smoga sukses sll bg pembelajar jika mengikuti kaidah2 pembelajaran…thank for sharing this new knowledge 4 us !! gambatte ne!!

    • Semoga bermanfaat ya Bu Siti Mukaromah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: